Selamat Hari Pendidikan Nasional 2013

kopfpr2

FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR)

Stop Privatisasi, Liberalisasi dan Komersialisasi Pendidikan

Cabut Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT)

Bubarkan-WTO!

Wujudkan Pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Pada Rakyat

 IMG-20130502-00385

Salam Demokrasi!

Espektasi akan terbangunnya bangsa yang cerdas “seperti amanat UUD 1945 dalam pembukaannya, Alenia keempat” dengan tatanan masyarakat yang maju secara ekonomi, politik dan kebudayaan dan tercermin dalam penghidupan yang adil, sejahtera dan berdaulat, sampai saat ini masih sangat jauh dari harapan. Pendidikan yang tidak terlepas dari Intervensi kapitalisme yang sangat berkepentingan atas seluruh aspek penghidupan rakyat, baik kepentingan secara Ekonomi, Politik, Kebudayaan.

Untuk menjamin terpenuhinya kepentingan imperialisme tersebut, pemerintah telah membentuk berbagai produk hukum yang menjadi legitimasi terjadinya Liberalisasi, Privatisasi dan Komersialisasi pendidikan di Indonesia, seperti: PT BHMN Th. 1999 dengan berbagai varian peraturan sebagai manifestasi kesepakatan GATS-WTO, Th. 1995, lahirnya UU sisdiknas no. 20 tahun 2003, yang secara terbuka juga mengatur sistem penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan yang meletakkan dasar terjadinya liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan. Selanjutnya, UU tentang Guru dan Dosen, tahun 2005 dan, lahirnya UU BHP Th. 2009 dan, yang terbaru yakni Undag-undang pendidikan tinggi (UU PT) no 12 tahun 2012, serta berbagai kebijakan lainnya, seperti pemberlakukan uang kuliah tunggal (UKT) sebagai salah satu sistem pembayaran pendidikan (khusus dalam pendidikan Tinggi), perubahan kurikulum pendidikan, 2013, RUU pendidikan Kedokteran, dll. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selamat Hari Buruh Sedunia, Bagi Kaum Buruh dan Seluruh Rakyat Tertindas di Dunia!

Hentikan Perampasan Upah, Tanah, Kerja dan, Pemberangusan Serikat Buruh,

Hapus Sistem kerja Kontrak dan Outsourcing,

Cabut Kepmen 231/2003 dan RUU BPJS-SJSN

Tolak Kenaikan Harga BBM

Hentikan Liberalisasi dan Bubarkan WTO!.

 

Salam Demokrasi!

Peringatan hari buruh sedunia (May Day) yang sejak ratusan tahun silam telah diperingati setiap tahun, secara esensi mempunyai makna yang begitu mendalam, memberikan pelajaran dan semangat perjuangan yang begitu berharga bagi seluruh rakyat dunia. Secara Historis, May Day adalah tonggak kemenangan bagi kaum buruh dalam perjuangan menuntut pengurangan jam kerja dari 12-16 jam per hari menjadi 8 jam perhari, yang diraih melalui perjuangan panjang (Tahun 1886-1890an) yang begitu hebat dengan pengorbanan yang tidak akan pernah ternilai untuk membebaskan diri dari belenggu penindasan dan penghisapan Imperialisme (Kapitalisme Monopoli) yang berlipat-lipat.

Sistem kapitalisme dimana industri menjadi salah satu penopang utamanya berlaku sebuah hubungan produksi yang timpang antara buruh dengan pemilik modal. Bagi para pemilik modal, buruh dianggap sama seperti bahan baku atau bahan mentah, upah bagi kaum buruh tidak ditetapkan berdasarkan pembagian keuntungan dari hasil produksi. Padahal, tanpa keberadaan buruh disebuah pabrik, mesin-mesin termasuk bahan baku yang ada dipabrik tidak akan berubah menjadi barang baru dan, tidak pernah akan ada keuntungan disana. Sistem yang demikian mensyaratkan pencurian nilai lebih terhadap kaum buruh.

Inilah makna yang sesungguhnya dari perjuangan kaum buruh lebih dari seratus tahun yang silam, yang didasarkan pada kesadaran bahwa bekerja dengan waktu yang panjang hanya akan memberikan keuntungan yang berlipat bagi para pemilik modal. Jam kerja yang panjang selain hanya akan memberikan super profit bagi kapitalisme juga akan menghancurkan pengetahuan dan kebudayaan kaum buruh, karena kaum buruh tidak memiliki waktu lagi untuk belajar dan meningkatkan pengetahuannya, kaum buruh tidak mempunyai waktu lagi untuk mengurus kehidupan keluarganya serta tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.

Makna peringatan May Day bagi kaum buruh Indonesia dan seluruh rakyat tertindas lainnya

Di Indonesia sendiri, peringatan hari buruh sedunia (May Day) baru mulai dilaksanakan sejak disahkannya UU No. 1 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya UU Kerja Tahun 1948, yang mana dalam pasal 15 ayat 2 menyebutkan, “Pada tanggal 1 Mei, buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja”. Namun, karena alasan politik, rezim Orde Baru kemudian melakukan larangan terhadap peringatan Hari Buruh Internasional. Sejak saat itupula, peringatan May Day tidak pernah diakui oleh pemerintah Indonesia. Barulah pasca runtuhnya Orde Baru, melalui perjuangan massa rakyat yang tersebar diseluruh daerah, may day kembali marak diperingati.

Dalam perjuangannya saat ini, secara konsisten kaum buruh telah menjadikan isu tentang upah sebagai tuntutannya yang terus dirampas oleh pengusaha melalui berbagai skema yang secara lansung mendapatkan legitimasi dari pemerintah. Pada tahun 2013, kaum buruh terbukti berhasil memenangkan tuntutannya atas upah, dimana kenaikan rata-rata UMP secara nasional mencapai 18,32 persen, dengan pencapaian UMP terhadap Komponen Hidup Layak (KHL) mencapai 89,78 persen. Dibeberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, ataupun Bekasi angka kenaikan UMP tahun 2013 mencapai 40 persen. Inilah yang membuat semua pengusaha bereaksi negatif dan mengancam akan melakukan PHK besar-besaran atau relokasi perusahaan.

Dibalik berbagai reaksi sinis dari pengusaha tersebut, angka kenaikan UMP yang cukup tinggi ini sesungguhnya belum menjawab kebutuhan riil kaum buruh di Indonesia, karena kenaikan UMP adalah konsekuensi dari terus meningkatnya harga kebutuhan pokok. Perampasan upah terhadap kaum buruh juga dilakukan oleh rejim SBY-Budiono melalui berbagai pencabutan atau pengurangan subsidi sosial yang berakibat pada naiknya harga kebutuhan. Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), Konversi minyak tanah menjadi gas elpiji adalah beberapa contoh kebijakan rejim yang mempunyai dampak langsung terhadap kehidupan kaum buruh. Kebijakan perampasan upah terhadap buruh yang lebih riil adalah UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Persoalan perampasan upah buruh yang terjadi secara sistematis di Indonesia, sesungguhnya tidak terlepas dari kebijakan perburuhan seperti, Kepmen no. 231 tahun 2003 tentang Tata Cara Penangguhan Upah. Dengan adanya peraturan ini, perusahaan-perusahaan yang keberatan menjalankan Pelaksanaan UMP dapat mengajukan penangguhan upah dengan syarat-syarat yang telah diatur dalam Kepmen 231/2003. Artinya, keberhasilan perjuangan kaum buruh dalam menuntut kenaikan upah akan selalu terbantahkan ketika aturan hukum ini masih diberlakukan di Indonesia. Akibat peraturan tersebut, hingga 10 Januari 2013, tercatat sebanyak 1,312 perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan UMP 2013, yang tersebar di; Jawa Barat (384 perusahaan), DKI Jakarta (378 perusahaan), Kepulauan Riau (258 perusahaan), Banten (199 perusahaan), Jawa Timur (42 perusahaan), Jawa Tengah (24 perusahaan), Bali (6 perusahaan), Papua Barat dan Jogjakarta (4 perusahaan). Dari keseluruhan perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan upah, sebanyak 257 perusahaan yang mempekerjakan 152,948 orang buruh di Jawa Barat mendapatkan ijin penangguhan upah.

Problem lain yang dihadapi oleh kaum buruh di Indonesia adalah masih eksisnya sistem kerja outsourcing dan kontrak jangka pendek yang tidak memberikan jaminan kepastian kerja terhadap kaum buruh. Dengan diberlakukannya sistem ini, pengusaha dapat dengan mudah melakukan PHK terhadap buruh yang dianggap tidak lagi produktif, tanpa harus memberikan secara penuh apa yang menjadi hak buruh. Selain itu, berbagai tindakan anti demokrasi dan uapaya-upaya, pemberangusan serikat dan PHK massal terhadap buruh yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasarnya semakin meningkat. Contoh kasusnya ialah, seperti kasus PHK massal yang dialami oleh seluruh pimpinan dan 1,300 anggota serikat buruh yang berafilial pada GSBI terjadi di PT. Panarub Dwikarya (perusahaan pembuat sepatu Adidas dan Mizuno)  karena mereka berjuang menuntut uang rapelan dan perbaikan kondisi kerja.

Dalam Catatan Akhir Tahun (Catahu) yang dirilis oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta 2012, jumlah kasus perburuhan yang ditangani LBH Jakarta sebanyak 141 pengaduan dengan 8,232 jumlah orang pencari keadilan. Klasifikasi kasus perburuhan tertinggi yang diterima, yakni pelanggaran hak atas hubungan kerja (skorsing, mutasi, PHK sepihak) mencapai 74 pengaduan dengan 4,680 pencari keadilan. Kasus perburuhan tertinggi kedua ialah klasifikasi pelanggaran hak normative dengan 43 pengaduan dan 439 jumlah pencari keadilan. Pemberangusan serikat pekerja/buruh (SP/SB) berjumlah 3 kasus dengan 2.835 orang pencari keadilan. Catatan-catatan kasus tersebut, adalah sebagian dari sekian banyak kasus yang sama menimpa buruh yang berjuang menuntutnya di berbagai daerah di Indonesia.

Selain dari persoalan yang dihadapi oleh buruh tersebut, serta berbagai persoalan rakyat lainnya, peringatan May Day tahun ini semakin istimewa karena diperingati ditengah gelombang krisis imperialisme yang kian menajam, ditambah lagi dengan ancaman “kenaikan harga BBM” dan, yang paling istimewa yakni dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan tiga pertemuan global yang secara lansung dibawah kontrol Imperialisme, yakni UN HLP on Post 2015 Development Agenda (Maret), APEC CEO Summit (Oktober) dan WTO’s 2013 Ministerial Conference (Desember). Seluruh agenda global tersebut, secara esensi tidak berguna sama sekali bagi buruh dan rakyat Indonesia. MDG’s, APEC dan WTO hanyalah bagian instrumen dari kapitalisme monopoli untuk mengeruk lebih banyak sumber daya alam Indonesia, mengambil keuntungan yang lebih besar dari tenaga buruh dengan upah murah dengan dalih pengentasan kemiskinan, kesehatan, kerjasama ekonomi dan perdagangan internasional.

Berdasarkan pada uraian diatas, maka Front Perjuangan Rakyat (FPR) Menyatakan Sikap: “Hentikan Perampasan Upah, Tanah, Kerja dan Pemberangusan Serikat Buruh”, dan menuntut:

 

  1. 1.      Hentikannya perampasan Upah, tanah dan kerja-laksanakan reforma Agraria sejati
  2. 2.      Cabut Kepmen 231 tahun 2003 dan Naikkan Upah Buruh;
  3. 3.      Hentikan segala bentuk kekerasan, kriminalisasi dan pemberangusan serikat buruh, (Union Busting);
  4. 4.      Tolak Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (KAMNAS) dan Rancangan Undang-Undang Oraganisasi Kemasyarakatan (ORMAS);
  5. 5.      Bebaskan tanpa syarat kaum tani dan rakyat lainnya yang ditahan diberbagai daerah
  6. 6.      Jadikan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional
  7. 7.      Tolak UU SJSN dan BPJS-Kembalikan jaminan sosial sebagai tanggungjawab penuh Pemerintah
  8. 8.      Hapuskan Sistem Kerja Kontrak Jangka Pendek (PKWT) dan Outsourcing
  9. 9.      Menolak Privatisasi asset-aset Negara terutama BUMN;

10. Wujudkan Perlindungan Sejati bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) dan Keluarganya-Cabut UU PPTKILN No. 39/2004;

11. Sediakan lapangan pekerjaan dengan upah layak bagi seluruh rakyat Indonesia;

12. Hentikan Liberalisasi pendidikan-Cabut Undang-undang Pendidikan Tinggi (UU DIKTI) no 12, Th. 2012

13. Realisasikan Sekolah dan Kesehatan gratis, Kuliah murah bagi seluruh rakyat;

14. Hentikan penggusuran terhadap pedagang kaki lima

15. Hentikan diskriminasi dan eksploitasi serta kekerasan terhadap perempuan termasuk praktek-praktek perdagangan anak dan perempuan;

16. Hentikan Liberalisasi Perdagangan – Bubarkan WTO.

17. Usut tuntas kasus  korupsi, yang melibatkan birokrasi, aparat penegak hukum maupun politisi;

Hidup Kum Buruh Indonesia!

Hidup Rakyat Indonesia!

Jayalah Perjuangan Rakyat!

Jayalah Solidaritas Perjuangan Internasional!

Jakarta, 1 Mei 2013

Front Perjuangan Rakyat (FPR)

 

 

Rudi HB. Daman

Koordinator

FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR)

Contact Persons: Rudi HB. Daman: +6281213172878, Irhas Ahmady: +6281572222066

Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Asosiasi Tenagakerja Indonesia (ATKI), SP-IKAFEMI EDS, Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Rakyat Indonesia (GRI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM),  Liga Pemuda Bekasi (LPB),  Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS), KRKP, Arus Pelangi (AP), INDIES, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

People’s Alliance to use Bali Conferences to Champion Agenda

http://www.thejakartapost.com/bali-daily/2013-03-23/people-s-alliance-use-bali-conferences-champion-agenda.html

by Agnes Winarti on 2013-03-23

As many as 30 civil society organizations under the banner of the newly established Indonesian People’s Alliance (IPA) plan to voice the unsung-aspirations of Indonesian grassroot communities at the numerous international high-level conferences in Bali this year.

The IPA, which was established in January in Jakarta, is a broad campaign platform to facilitate and coordinate initiatives from grass root communities — including environmental activists; farmers trade unions; indigenous people; migrant workers; research groups; women; and the youth and students — in response to the international conferences to be hosted in Bali.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Indonesian People’s Alliance – Aliansi Rakyat Indonesia

ALIANSI RAKYAT INDONESIA (ARI):

Gerakan untuk Kedaulatan Rakyat dan Perdagangan yang Mengabdi Rakyat!

 Hentikan Liberalisasi Perdagangan!

Junk WTO!

Latar Belakang

Indonesia akan menjadi panggung dunia dengan menjadi tuan rumah dari 3 pertemuan besar international pada tahun 2013: Rapat Tingkat Tinggi PBB tentang Pencapaian Pembangunan Paska 2015 (Maret), Pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik ( APEC, 1-8 Oktober), Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO, 3-6 Desember). Forum-forum diselenggarakan ditengah-tengah berlangsungnya krisis ekonomi, keuangan, iklim, energi, pangan dan politik ditingkat global. Namun pertemuan-pertemuan ini tidak akan dapat memberikan solusi yang dapat menstabilkan dunia dan rakyat dari krisis multi dimensi, semenjak mereka senantiasa merekomendasikan solusi yang sama berulang-ulang kali, yang nyatanya telah membawa dunia kedalam jurang krisis berkepanjangan seperti liberalisasi, deregulasi dan privatisasi, yang menghasilkan dampak buruk yang lebih besar terhadap rakyat dan bumi.

Pemerintahan Indonesia akan melakukan apapun yang dapat dilakukannya untuk dapat menjadi tuan rumah yang sempurna bagi pertemuan-pertemuan internasional tersebut. Indonesia memposisikan dirinya sendiri sebagai pemain kunci dunia, semenjak menjadi anggota dari G-20. Dengan tingkat “pertumbuhan ekonomi” yang stabil ditengah krisis yang berkepanjangan (Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 sebesar 6.4%), yang diasumsikan dengan “peningkatan kelas menengah”, Indonesia dikondisikan sebagai contoh negeri yang baik oleh kekuatan kapitalisme monopoli dunia. Realitasnya, setiap hari hidup dan kehidupan rakyat Indonesia mengalami serangan-serangan yang serius oleh program ekonomi yang disponsori oleh investasi asing. Ditingkat kawasan, melalui organisasi kawasan seperti ASEAN dan ASEAN+3. Liberalisasi dan perdagangan senantiasa difasilitasi dengan apa yang disebut sebagai Cetak Biru Komunitas ASEAN, yang mempromosikan integrasi ekonomi, untuk memfasilitasi lebih lanjut laju daripada investasi asing di kawasan Asia Tenggara,

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

For Sovereignty and Trade to Serve the People!

End Trade Liberalization! Junk WTO!

Indonesia will be at the center of world attention in 2013. The country is set to host three (3) global conferences this year that will discuss the future of world development.  These include the UN High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) on the Post 2015 Development Agenda, the Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit, and the Ministerial Meeting of the World Trade Organization (WTO).  However, a broad alliance of peasant organizations, women organizations, trade unions, migrant workers organizations, youth and student organizations, enviromental organizations and other grassroots groups warned that these high-level meetings are likely to serve the global agenda of monopoly capital rather than the peoples of the world.

Ahmad SH from Walhi (Indonesian Environmental Forum/Friends of The Earth Indonesia) announced to the press today the formation of the Indonesian Peoples Alliance (IPA) to spearhead and coordinate critical interventions from civil society and mass organization in Indonesia and from around the world to confront the globalization agenda of these institutions.

no wto

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Inilah 3 Prioritas yang Bakal Diusung Indonesia pada APEC 2013

http://jaringnews.com/internasional/uni-eropa/32871/inilah-prioritas-yang-bakal-diusung-indonesia-pada-apec-

Mendag memaparkan mengenai kesiapan Indonesia dalam penyelenggaran rangkaian pertemuan APEC dan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO tahun 2013 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. (Foto: Evan Praditya, Harper's Bazaar)

Mendag memaparkan mengenai kesiapan Indonesia dalam penyelenggaran rangkaian pertemuan APEC dan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO tahun 2013 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. (Foto: Evan Praditya, Harper’s Bazaar)

Menteri APEC menyatakan dukungannya pada prioritas yang ditetapkan Indonesia.

DAVOS, Jaringnews.com – Sebagai tuan rumah pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013, Indonesia akan mengusung tiga prioritas utama yakni mencapai the Bogor Goals, mewujudkan mencapai kesetaraan dalam pembangunan berkelanjutan, dan mendorong terwujudnya konektivitas.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan kepada para Menteri Ekonomi APEC hari ini, Jumat (25/1), dalam acara APEC Ministerial Working Lunch, di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Menurut Mendag, ketiga prioritas tersebut diarahkan untuk mewujudkan tema APEC di bawah keketuaan Indonesia tahun ini, yaitu menjadikan ‘Asia Pasifik yang berdaya tahan sebagai mesin penggerak pertumbuhan dunia.’ “Untuk berkontribusi secara positif bagi perekonomian dunia, APEC harus mampu meningkatkan daya tahannya sendiri,” tegasnya.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

PROTEKSIONISME

Tulisan ini pernah dipublikasikan diwebsite Institute for National and Democracy Studies (INDIES), Februari 2009, ditulis oleh Syamsul Ardiansyah. Diterbitkan kembali untuk menyegarkan kembali pengetahuan kita tentang WTO, dimana akan menggelar Konferensi Tingkat Menteri pada Desember 2013 di Denpasar Bali.

Baru-baru ini, isu proteksionisme berhembus kian kencang pasca keputusan pengesahan American Recovery and Reinvestment Act oleh Kongres AS. Undang-undang tersebut tidak hanya menjadi payung hukum paket stimulus ekonomi Amerika Serikat sebesar US$825, melainkan juga memuat jurus-jurus tertentu yang ditujukan untuk melindungi industri Amerika Serikat yang terancam rontok digerogoti krisis.

Berdasarkan UU tersebut, Pemerintah AS akan mengalokasikan pengeluaran pemerintah untuk membeli baja dan produk-produk manufaktur lainnya yang diproduksi oleh Amerika sendiri serta pengenaan berbagai hambatan terhadap barang-barang impor. Amerika Serikat telah mengambil langkah mundur dalam kancah perdagangan bebas dunia.

Bukan Hal Baru

Proteksionisme adalah kebijakan ekonomi yang ditujukan untuk melindungi industri dalam negeri dengan cara membatasi masuknya komoditi-komoditi dari luar negeri. Proteksionisme bisa terwujud dalam berbagai bentuk. Bentuk utama proteksionisme adalah pembatasan impor melalui pemberlakuan tariff, kuota, atau sanksi dagang.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment